Kamis, 04 Juni 2015

TUGAS 1 TIK



STRATEGI IMPLEMENTASI TIK
DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH


TUGAS I

Paper

Mata Kuliah : Statistika dan Komputer Pendidikan
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom.






Oleh :
ISTIQOMAH
KELAS I C / NIM: Q100140155




SEKOLAH PASCASARJANA
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015



PENDAHULUAN


Teknologi Informasi dan Komputer ( TIK ) telah merambah dalam setiap bidang kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Peranan TIK dalam dunia pendidikan sangatlah besar, tidak hanya dikalangan perguruan tinggi semata namun juga pada pendidikan anak usia dini.
Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan demi peningkatan efisiensi dalam pembelajaran di sekolah. Terlebih pada era sekarang yang serba digital. Bisa dikatakan ketinggalan zaman jika di dalam sebuah sekolah belum mempelajari ataupun memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal Internasional memberikan referensi tentang Strategi Implementasi TIK dalam pembelajaran di sekolah.
Perkembangan TIK di dunia sangat cepat, dari waktu ke waktu. Perkembangan tersebut tentunya menjadi potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, maka hal ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.
Dengan pemanfaatan TIK diharapkan dapat menunjang peran dunia pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu tentunya dapat mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang akan dapat menguasai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berujung pada peningkatan kesejahteraan manusia.
Teknologi, informasi dan komputer ( TIK ) merupakan suatu kebutuhan pokok dimasa sekarang lebih-lebih di masa datang. Sehingga sekolahpun harus ikut menerapkan TIK dalam pembelajaran. Tetapi pada kenyataannya tidak semua sekolah mampu menerapkan TIK sebagai basis pada sistem pembelajarannya, disebab beberapa factor untuk itu diperlukan suatu manajemen dan strategi yang tepat agar penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah dapat sejalan dengan tujuan yang telah di rumuskan.
Dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, kegiatan siswa lebih aktif, tidak berpusat pada guru. Perangkat yang dibutuhkan untuk implementasi TIK yang mendesak, misalnya, Internet, TV pembelajaran, CD/ media pembelajaran. Hasil penilaian terhadap pemanfaatan TIK antara lain: lebih mempermudah dalam Analisis SWOT secara sistematis belum dilaksanakan, tetapi analisis secara umum sudah dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, tantangan, dan peluang untuk pengembangan TIK


PEMBAHASAN


A.     Teknologi, Informasi dan Komunikasi ( TIK ) dalam Perkembangannya

TIK  merupakan singkatan dari teknologi informasi dan komunikasi dapat didefinisikan sebagai: "kombinasi komputer, video dan telekomunikasi teknologi, seperti yang diamati dalam penggunaan komputer multimedia dan jaringan dan layanan juga yang didasarkan pada mereka "( Hamid Reza Kaffash, 2010).
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi (Evi Maria,2014). Sedangkan UNESCO (2004) mendefinisikan bahwa TIK adalah teknologi yang di gunakan untuk berkomunikasi, membuat, mengelola dan mendistribusikan informasi. Dalam dunia pendidikan biasanya di sebut e- learning. Sedangkan masyarakat umum biasanya mendefinisikan TIK secara sederhana yaitu segala hal yang berkaitan dengan komputer ,internet, handphone ,tablet, radio, televisi dan sebagainya.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, yang pada akhirnya dunia pendidikan pun dituntut untuk mengikuti perkembangan yang terjadi pada masyarakat. Sehingga TIK harus dikuasai semua pelaku dalam dunia pendidikan. Menguasai ICT/TIK berarti kemampuan untuk memahami dan menggunakan alat TIK secara umum ( Fibriani:2014 ).

B.      Kreativitas dan kemandirian belajar Menggunakan TIK

 TIK mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil  pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan  semua potensi yang dimilikinya..
Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.

C.      TIK  dan Penerapannya dalam bidang pendidikan

 Perkembangan Teknologi Informasi (TIK) yang demikian pesat telah mengubah cara pandang masyarakat, masyarakat menganggap bahwa pendidikan tanpa TIK merupakan suatu kemunduran pendidikan, ini terbukti betapa banyaknya masyarakat yang “mengantri” mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di sekolah yang berbasis TIK. Begitu juga dengan diterapkan program dapodik oleh Kemendikbud untuk semua sekolah di seluruh Indonesia, sekolah dituntut bahkan wajib terhubung dengan jaringan internet. Pembayaran BOS, pembayaran TPG ,bantuan DAK dan semua informasi pendidikan mengambil data Dapodik yang di upload dari sekolah masingmasing melalui jaringan internet. Bahkan dari jenjang SD sampai Perguruan Tinggi terdapat mata pelajaran TIK.
 Dalam kurikulum 2013, semua buku guru dan buku siswa dibuat dalam bentuk PDF, itu artinya mau tidak mau suka tidak suka semua guru, murid dan pelaku pendidikan lainya harus “melek” TIK. Reduit, Mauritus (2011) mengatakan ada manfaat nyata dan terukur ketika anak-anak menggunakan IT. Keunggulan TIK yang diperankan oleh internet dalam menyediakan informasi,telah membawa perubahan dalam budaya dan tingkah laku khususnya dalam Proses pembelajaran. pendidikan seperti ini dinamakan sebagal e-Education atau e-Learning,biasanya sekolah tertentu menyebutkan Pembelajaran berbasis multimedia.

D.     Strategi Implementasi TIK di Sekolah
                                                              
Implementasi TIK pada umumnya telah dilaksanakan secara sistematis sesuai model atau langkah-langkah mulai dari desain, pengembangan/produksi, pemanfaatan, pengelolaan, dan diakhiri dengan evaluasi.
Untuk peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, sekolah mengadakan training komputer dasar, pelatihan web, pelatihan TIK, baik kepada guru, murid, tenaga administrasi, dan pengelola TIK. Pelembagaan sudah ada yaitu dengan dibentuk ICT Center, tetapi peraturan yang secara tegas belum ada. Sekolah baru sebatas menganjurkan, mendorong, dan memotivasi untuk menggunakan TIK. Pengelolaan TIK menyangkut pengelolaan proyek, pengelolaan pusat sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi.
Kaitannya dengan TIK, Shelley S.-.Young and Hsin-Hoku (2008) para pelajar mempelajari bagaimana membangun dan mengelola berbagai web berdasarkan pengelompokkan proyek. Dalam proyek ini, peran guru yaitu :
1.   Sebagai pemimpin proyek, yaitu memutuskan arah, tujuan, dan waktu dari proyek.
2.   Teknisi website, yaitu mengajari tentang software dan hardware, memelihara fasilitas computer, dan menyelesaikan masalah-masalah berkaitan dengan website.
3.   Pengkoordinat, para guru bekerjasama untuk membantu proyek pelajar.
Interaksi dengan TIK dapat menyediakan peserta didik dan guru dengan cara-cara baru berhubungan dengan tugas, seperti mencari dan mengumpulkan data di lapangan, mengubah sifat kegiatan itu sendiri dan mendorong pemikiran kreatif dan makna pembuatan. (stefania Bocconi,2013)
 Oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi yang mendalam dalam penggunaan TIK di sekolah agar TIK dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap suksesnya pembelajaran, bukan malah sebaliknya. Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah sebagai berikut :
1. Menyedia kebutuhan perangkat TIK, misalnya fasilitas komputer, proyektor LCD dan sambungan internet yang dapat dimanfaatkan oleh guru, karyawan, dan siswa.
2.  Kemudahan dalam mengakses sistem jaringan bagi guru, karyawan, dan siswa.
3. Implementasi di tingkat guru dengan cara guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan memberi pelatihan terprogram dan berkesinambungan.
4. Menyediakan tenaga khusus TIK yang mumpuni dibidang TIK untuk mengkoordinasi perangkat TIK.
5. Membuat suatu sistem jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.
Sistem pendidikan sekolah dapat menyediakan siswa yang siap menghadapi masa depan dan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi. Dari masa ke masa, usaha untuk menginovasi kualitas pendidikan akan terus ditingkatkan. Salah satu usaha untuk meningkatkan kulialitas pendidikan yaitu dengan memanfatkan teknologi komputer dalam pendidikan dan pembelajaran. Penggunaan komputer dalam pendidikan dan pembelajaran, harus waspada terhadap bahaya dan kesan negatif akibat penggunaan yang tidak terkontrol. Penggunaan komputer dalam pendidikan dan pembelajaran sedikit banyak sudah pasti akan mengubah corak pendidikan masa depan dan tingkah laku siswa/guru atau bahkan sistem pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengawalan, pengawasan dan pemanfaatan harus tetap dilakukan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sektor pendidikan dan pengajaran sebagai penutup secanggih apapun peranggkat teknologi komputer tetap saja peran orang tua atau guru dalam pembelajaran masih harus lebih dominan, komputer harus diposisikan sebagai alat atau media dalam pembelajaran.

 KESIMPULAN

Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan pada suatu pendidikan yang diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,dan kemandirian sesuai dengan bakat,minat,dan perkembangan fisisk serta psikologis peserta didik.
 Model pembelajaran TIK adalah mengkomunikasikan berkembangnya penggunaan media pembelajaran terhadap anak didik secara aktif dan kreatif, kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk mempermudah dalam komunikasi pembelajaran. Pergeseran terhadap pandangan tentang pembelajaran TIK yang dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki mutu pembelajarandengan mengakses pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat TIK pada suatu proses tranfer daan penerimaan informasi.
Penerapan  TIK  di  dalam  pengembangan pendidikan ke depan bukan sekedar mengikuti trend  global  melainkan  merupakan  suatu langkah  strategis  di  dalam  upaya meningkatkan  akses dan  mutu  layanan kepada  masyarakat.  Secara  internal kelembagaan  penerapan  dan  pengembangan TIK  Menjadi  tulang  punggung  sistem  tata kelola  pendidikan  menuju  good  governance yang transparan dan akuntabel. Efisiensi akan banyak dicapai melalui pemanfaatan TIK tanpa harus  merusak  nilai-nilai  kemanusiaan.  Justru sistem  TIK  yang  dikembangkan  harus  mampu mengangkat  harkat  dan  nilai-nilai kemanusiaan  dengan  terciptanya  layanan publik  yang  lebih  bermutu  dan  efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia di dalam zaman global dan kompetitif ini.
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif ,serta memberikan ruang yang cukup bagi kemandirian dan perkembangan bakat, fisik serta psikologis peserta didik. Model pembelajaran TIK adalah mengkomunikasikan pembelajaran terhadap anak didik secara aktif dan kreatif, kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk mempermudah dalam komunikasi pembelajaran. Sehingga diharapkan anak dapat mengakses pembelajaran dengan cepat dan tepat. Strategi implemetasi TIK di sekolah dapat diupayakan dengan pengadaan komputer proyektor LCD dan jaringan internet, implementasi ditingkat guru dengan cara guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan cara member pelatihan terprogram dan berkesinambungan, menyediakan tenaga khusus TIK yang mempunyai keahlian untuk mengkoordinasi perangkat TIK, membuat suatu system jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.
 


DAFTAR PUSTAKA

Shelley S.-.Young and Hsin-Hoku, 2008, “A Study of Uses of ICT in Primary Education through Four Winning School Cases in the Taiwan Schools Cyberfair”, Educational Technology & Society Journal, 11(3), 52–66, Taiwan // scy@mx.nthu.edu.tw // juby@cht.com.tw
Cihak, David F; Bowlin, Tammy. (2009). Using Video Modeling via Handheld Computers to Improve Geometry Skills for High School Students with Learning Disabilities, ISSN: 01626434 , Scholarly Journals, ProQuest Research Library pg. 17-29

Hamid Reza Kaffash, Zohreh Abedi Kargiban1, Sodabeh Abedi Kargiban & Mehrdad Talesh Ramezani ( 2010 ). A close look in to role of ict in education ISSN: 1694-609X. International Journal of Instruction. Undersecretary Information and Communication Technology, Research and Educational Planning Organization, Ministry of Education, Iran, Abedi_Z2000@yahoo.com

Mauritius,Reduit. Rushda Bahadoor,Bibi. ( 2011). Integrating ICT in Pre-Primary Education:The Case of Mauritius, ISSN 1948-5476. International Journal of Education, Macrothink Institute.

Evi, Maria. Wijaya. Sinatra, Lina. (2013). Evaluation of Implementation on Information and  Communication Technology in Higher Education Institutions in Indonesia

Using the it Balanced Scarecard (Case Study: Satya Wacana Christian University, Salatiga), ISSN: 22294686 ,International Journal of Education, ProQues Research Library pg. 49-57

Eyo,Patrick. Omoogun, Ajayi.( 2013). Impediments to the Adoption of Information and Communication Technology (ICT) in Teacher Preparation Programme, ISSN 1948-5476. International Journal of Education, Macrothink Institute.

Stefania Bocconi, Panagiotis Kampylis & Yves Punie ( 2013). Framing ICT-enabled Innovation for Learning: the case of one-to-one learning initiatives in Europe. European Journal of Education, Vol. 48, No. 1, 2013. pp 113-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar