STRATEGI IMPLEMENTASI TIK
DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
TUGAS I
Paper
Mata Kuliah : Statistika dan Komputer Pendidikan
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom.
Oleh :
ISTIQOMAH
KELAS I C / NIM: Q100140155
SEKOLAH PASCASARJANA
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
PENDAHULUAN
Teknologi
Informasi dan Komputer ( TIK ) telah merambah dalam setiap bidang kehidupan
manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Peranan TIK dalam dunia pendidikan
sangatlah besar, tidak hanya dikalangan perguruan tinggi semata namun juga pada
pendidikan anak usia dini.
Pendidikan
merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis. Oleh
karena itu, pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan demi peningkatan efisiensi
dalam pembelajaran di sekolah. Terlebih pada era sekarang yang serba digital.
Bisa dikatakan ketinggalan zaman jika di dalam sebuah sekolah belum mempelajari
ataupun memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal Internasional
memberikan referensi tentang Strategi Implementasi TIK dalam pembelajaran di
sekolah.
Perkembangan TIK di dunia sangat cepat, dari waktu ke
waktu. Perkembangan tersebut tentunya menjadi potensi yang sangat besar untuk
meningkatkan kualitas pendidikan, karena teknologi informasi menyimpan
informasi tentang segala hal yang tak terbatas, maka hal ini dapat dimanfaatkan
untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi ruang dan
waktu.
Dengan
pemanfaatan TIK diharapkan dapat menunjang peran dunia pendidikan dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu tentunya dapat mencetak
Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang akan dapat menguasai kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan berujung pada peningkatan kesejahteraan manusia.
Teknologi, informasi dan komputer ( TIK ) merupakan suatu
kebutuhan pokok dimasa sekarang lebih-lebih di masa datang. Sehingga sekolahpun
harus ikut menerapkan TIK dalam pembelajaran. Tetapi pada kenyataannya tidak
semua sekolah mampu menerapkan TIK sebagai basis pada sistem pembelajarannya,
disebab beberapa factor untuk itu diperlukan suatu manajemen dan strategi yang
tepat agar penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah dapat sejalan dengan
tujuan yang telah di rumuskan.
Dengan
pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, kegiatan siswa lebih aktif, tidak berpusat
pada guru. Perangkat yang dibutuhkan untuk implementasi TIK yang mendesak,
misalnya, Internet, TV pembelajaran, CD/ media pembelajaran. Hasil penilaian
terhadap pemanfaatan TIK antara lain: lebih mempermudah dalam Analisis SWOT
secara sistematis belum dilaksanakan, tetapi analisis secara umum sudah
dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, tantangan, dan peluang untuk
pengembangan TIK
PEMBAHASAN
A.
Teknologi, Informasi dan Komunikasi ( TIK ) dalam
Perkembangannya
TIK merupakan singkatan dari teknologi informasi
dan komunikasi dapat didefinisikan sebagai: "kombinasi komputer, video dan
telekomunikasi teknologi, seperti yang diamati dalam penggunaan komputer
multimedia dan jaringan dan layanan juga yang didasarkan pada mereka "(
Hamid Reza Kaffash, 2010).
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup dua aspek yaitu
teknologi informasi dan teknologi komunikasi (Evi Maria,2014). Sedangkan UNESCO
(2004) mendefinisikan bahwa TIK adalah teknologi yang di gunakan untuk
berkomunikasi, membuat, mengelola dan mendistribusikan informasi. Dalam dunia
pendidikan biasanya di sebut e- learning. Sedangkan masyarakat umum
biasanya mendefinisikan TIK secara sederhana yaitu segala hal yang berkaitan
dengan komputer ,internet, handphone ,tablet, radio, televisi dan sebagainya.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat
telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, yang pada akhirnya
dunia pendidikan pun dituntut untuk mengikuti perkembangan yang terjadi pada
masyarakat. Sehingga TIK harus dikuasai semua pelaku dalam dunia pendidikan.
Menguasai ICT/TIK berarti kemampuan untuk memahami dan menggunakan alat TIK
secara umum ( Fibriani:2014 ).
B.
Kreativitas dan
kemandirian belajar Menggunakan TIK
TIK mempunyai pengaruh
yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas
maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi,
akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran
yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai
infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui
penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan
sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan
menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan
mengembangkan semua potensi yang dimilikinya..
Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas
dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai
tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan
antara lain: pertama, kreativitas
memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas memungkinkan orang
dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga,
kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas
hidupnya. Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang
memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi
afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu,
tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa,
menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman
baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai
dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat
dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang
penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk
mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian
didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi
tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak,
mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai
hal.
C.
TIK dan Penerapannya dalam bidang pendidikan
Perkembangan Teknologi
Informasi (TIK) yang demikian pesat telah mengubah cara pandang masyarakat,
masyarakat menganggap bahwa pendidikan tanpa TIK merupakan suatu kemunduran
pendidikan, ini terbukti betapa banyaknya masyarakat yang “mengantri”
mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di sekolah yang berbasis TIK. Begitu
juga dengan diterapkan program dapodik oleh Kemendikbud untuk semua sekolah di
seluruh Indonesia, sekolah dituntut bahkan wajib terhubung dengan jaringan
internet. Pembayaran BOS, pembayaran TPG ,bantuan DAK dan semua informasi
pendidikan mengambil data Dapodik yang di upload dari sekolah masingmasing melalui
jaringan internet. Bahkan dari jenjang SD sampai Perguruan Tinggi terdapat mata
pelajaran TIK.
Dalam kurikulum 2013, semua
buku guru dan buku siswa dibuat dalam bentuk PDF, itu artinya mau tidak mau
suka tidak suka semua guru, murid dan pelaku pendidikan lainya harus “melek”
TIK. Reduit, Mauritus (2011) mengatakan ada manfaat nyata dan terukur ketika
anak-anak menggunakan IT. Keunggulan TIK yang diperankan oleh internet dalam
menyediakan informasi,telah membawa perubahan dalam budaya dan tingkah laku
khususnya dalam Proses pembelajaran. pendidikan seperti ini dinamakan sebagal e-Education
atau e-Learning,biasanya sekolah tertentu menyebutkan Pembelajaran
berbasis multimedia.
D.
Strategi Implementasi TIK di Sekolah
Implementasi TIK pada
umumnya telah dilaksanakan secara sistematis sesuai model atau langkah-langkah
mulai dari desain, pengembangan/produksi, pemanfaatan, pengelolaan, dan
diakhiri dengan evaluasi.
Untuk
peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, sekolah
mengadakan training komputer dasar, pelatihan web, pelatihan TIK, baik kepada
guru, murid, tenaga administrasi, dan pengelola TIK. Pelembagaan sudah ada
yaitu dengan dibentuk ICT Center, tetapi peraturan yang secara tegas belum ada.
Sekolah baru sebatas menganjurkan, mendorong, dan memotivasi untuk menggunakan
TIK. Pengelolaan TIK menyangkut pengelolaan proyek, pengelolaan pusat sumber
belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi.
Kaitannya
dengan TIK, Shelley S.-.Young and
Hsin-Hoku (2008) para pelajar mempelajari bagaimana
membangun dan mengelola berbagai web berdasarkan pengelompokkan proyek. Dalam
proyek ini, peran guru yaitu :
1. Sebagai
pemimpin proyek, yaitu memutuskan arah, tujuan, dan waktu dari proyek.
2. Teknisi
website, yaitu mengajari tentang software dan hardware, memelihara fasilitas
computer, dan menyelesaikan masalah-masalah berkaitan dengan website.
3. Pengkoordinat,
para guru bekerjasama untuk membantu proyek pelajar.
Interaksi dengan TIK
dapat menyediakan peserta didik dan guru dengan cara-cara baru berhubungan
dengan tugas, seperti mencari dan mengumpulkan data di lapangan, mengubah sifat
kegiatan itu sendiri dan mendorong pemikiran kreatif dan makna pembuatan.
(stefania Bocconi,2013)
Oleh karena itu dibutuhkan
suatu strategi yang mendalam dalam penggunaan TIK di sekolah agar TIK dapat
memberikan manfaat yang signifikan terhadap suksesnya pembelajaran, bukan malah
sebaliknya. Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah
adalah sebagai berikut :
1. Menyedia kebutuhan perangkat TIK, misalnya fasilitas komputer,
proyektor LCD dan sambungan internet yang dapat dimanfaatkan oleh guru,
karyawan, dan siswa.
2. Kemudahan dalam
mengakses sistem jaringan bagi guru, karyawan, dan siswa.
3. Implementasi di tingkat guru dengan cara guru diharuskan
mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan memberi pelatihan
terprogram dan berkesinambungan.
4. Menyediakan tenaga khusus TIK yang mumpuni dibidang TIK untuk mengkoordinasi
perangkat TIK.
5. Membuat suatu sistem jaringan terpadu berbasis TIK dalam
penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.
Sistem pendidikan sekolah dapat menyediakan siswa yang siap
menghadapi masa depan dan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi. Dari
masa ke masa, usaha untuk menginovasi kualitas pendidikan akan terus
ditingkatkan. Salah satu usaha untuk meningkatkan kulialitas pendidikan yaitu
dengan memanfatkan teknologi komputer dalam pendidikan dan pembelajaran.
Penggunaan komputer dalam pendidikan dan pembelajaran, harus waspada terhadap
bahaya dan kesan negatif akibat penggunaan yang tidak terkontrol. Penggunaan
komputer dalam pendidikan dan pembelajaran sedikit banyak sudah pasti akan
mengubah corak pendidikan masa depan dan tingkah laku siswa/guru atau bahkan
sistem pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengawalan, pengawasan dan
pemanfaatan harus tetap dilakukan agar perkembangan teknologi dapat memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi sektor pendidikan dan pengajaran sebagai
penutup secanggih apapun peranggkat teknologi komputer tetap saja peran orang
tua atau guru dalam pembelajaran masih harus lebih dominan, komputer harus
diposisikan sebagai alat atau media dalam pembelajaran.
KESIMPULAN
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu proses
penciptaan lingkungan yang memungkinkan pada suatu pendidikan yang
diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif,serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas,dan kemandirian sesuai dengan bakat,minat,dan
perkembangan fisisk serta psikologis peserta didik.
Model pembelajaran TIK adalah
mengkomunikasikan berkembangnya penggunaan media pembelajaran terhadap anak
didik secara aktif dan kreatif, kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk
mempermudah dalam komunikasi pembelajaran. Pergeseran terhadap pandangan
tentang pembelajaran TIK yang dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki mutu
pembelajarandengan mengakses pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan
alat-alat TIK pada suatu proses tranfer daan penerimaan informasi.
Penerapan
TIK di dalam pengembangan pendidikan ke depan bukan sekedar
mengikuti trend global melainkan merupakan suatu
langkah strategis di dalam upaya meningkatkan
akses dan mutu layanan kepada masyarakat. Secara
internal kelembagaan penerapan dan pengembangan TIK
Menjadi tulang punggung sistem tata kelola
pendidikan menuju good
governance yang transparan dan akuntabel. Efisiensi akan banyak dicapai
melalui pemanfaatan TIK tanpa harus merusak nilai-nilai
kemanusiaan. Justru sistem TIK yang
dikembangkan harus mampu mengangkat harkat dan nilai-nilai
kemanusiaan dengan terciptanya layanan publik yang
lebih bermutu dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan
manusia di dalam zaman global dan kompetitif ini.
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu proses pembelajaran yang diselenggarakan
secara interaktif, menyenangkan,menantang memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif ,serta memberikan ruang yang cukup bagi kemandirian dan perkembangan
bakat, fisik serta psikologis peserta didik. Model pembelajaran TIK adalah
mengkomunikasikan pembelajaran terhadap anak didik secara aktif dan kreatif,
kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk mempermudah dalam komunikasi
pembelajaran. Sehingga diharapkan anak dapat mengakses pembelajaran dengan
cepat dan tepat. Strategi implemetasi TIK di sekolah dapat diupayakan dengan
pengadaan komputer proyektor LCD dan jaringan internet, implementasi ditingkat
guru dengan cara guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan
cara member pelatihan terprogram dan berkesinambungan, menyediakan tenaga
khusus TIK yang mempunyai keahlian untuk mengkoordinasi perangkat TIK, membuat
suatu system jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program
pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Shelley
S.-.Young and Hsin-Hoku, 2008, “A Study of Uses of ICT in Primary Education
through Four Winning School Cases in the Taiwan Schools Cyberfair”, Educational
Technology & Society Journal, 11(3), 52–66, Taiwan //
scy@mx.nthu.edu.tw // juby@cht.com.tw
Cihak,
David F; Bowlin, Tammy. (2009). Using Video Modeling via Handheld Computers to
Improve Geometry Skills for High School Students with Learning Disabilities,
ISSN: 01626434 , Scholarly Journals, ProQuest Research Library pg. 17-29
Hamid Reza Kaffash, Zohreh Abedi Kargiban1,
Sodabeh Abedi Kargiban & Mehrdad Talesh Ramezani ( 2010 ). A close look in
to role of ict in education
ISSN: 1694-609X. International Journal of Instruction.
Undersecretary Information and Communication Technology, Research and
Educational Planning Organization, Ministry of Education, Iran, Abedi_Z2000@yahoo.com
Mauritius,Reduit.
Rushda Bahadoor,Bibi. ( 2011). Integrating ICT in Pre-Primary Education:The
Case of Mauritius, ISSN 1948-5476. International Journal of Education,
Macrothink Institute.
Evi,
Maria. Wijaya. Sinatra, Lina. (2013). Evaluation of Implementation on
Information and Communication Technology
in Higher Education Institutions in Indonesia
Using
the it Balanced Scarecard (Case Study: Satya Wacana Christian University, Salatiga),
ISSN: 22294686 ,International Journal of Education, ProQues Research
Library pg. 49-57
Eyo,Patrick.
Omoogun, Ajayi.( 2013). Impediments to the Adoption of
Information and Communication Technology (ICT) in Teacher Preparation Programme,
ISSN 1948-5476. International Journal of Education, Macrothink
Institute.
Stefania Bocconi, Panagiotis
Kampylis & Yves Punie ( 2013). Framing
ICT-enabled Innovation for Learning: the case of one-to-one learning
initiatives in Europe. European Journal of Education, Vol. 48,
No. 1, 2013. pp 113-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar